Ada kala nya
Ada kalanya kamu buatku diam lalu tersenyum karena sinyal-sinyalmu
yang menandakan mungkin kita bisa memulai hujan kita. Ada kalanya kamu
begitu hangat, dengan gerimis yang dengan lembut jatuh membelai
permukaan kulitku.
Ada kalanya aku tidak mampu berbuat lain selain berharap, kalau-kalau kita akan berada di jalan yang sama, yang searah. Ada kalanya aku tanpa sengaja menatap tanganmu, bertanya-tanya kalau aku menggenggamnya, akankah kamu menggenggam balik?
Namun,
ada kalanya kamu terasa begitu jauh, seperti hujan di kota sebelah dan aku tak mampu beli tiket kereta untuk mendatanginya. Ada kalanya, kamu jadi satu-satunya tembok yang membatasi aku dan kamu.
Kapan kita akan jadi kita?
--pelukis hujan
Ada kalanya aku tidak mampu berbuat lain selain berharap, kalau-kalau kita akan berada di jalan yang sama, yang searah. Ada kalanya aku tanpa sengaja menatap tanganmu, bertanya-tanya kalau aku menggenggamnya, akankah kamu menggenggam balik?
Namun,
ada kalanya kamu terasa begitu jauh, seperti hujan di kota sebelah dan aku tak mampu beli tiket kereta untuk mendatanginya. Ada kalanya, kamu jadi satu-satunya tembok yang membatasi aku dan kamu.
Kapan kita akan jadi kita?
--pelukis hujan