Aku, Bandung, dan Kamu..
Aku menunggu dalam hening.
Ketika orang-orang disekitarku bisa berbagi cerita dengan seseorang disebelahnya, aku hanya terdiam mendengarkan hati dan pikiran yg berbicara. Berbicang dan berdebat hebat tentang kamu.
Tentang apakah aku harus terus menunggu ? atau menunggu lebih lama lagi?
Layaknya pada pilihan baik dan lebih baik. Berjalan atau berlari. Menunggu sekarang, atau menunggu lebih lama…
Bukan !! ini bukan badanku !! bukan juga hatiku !! tapi Rasa ini yg membuatku terjebak dalam 2 pilihan yg sama.
Menunggu…
14 menit Kita pernah berjanji, bukan untuk selalu bersama. tapi berjanji untuk tidak berjanji akan masa depan.
haha itu adalah janji paling manis yg pernah kita buat. Mulutmu dan mulut kita tidak berjanji seperti mereka-mereka diluar sana dengan janji-janji muluknya.
Dengan Lengkungan senyum kecil hari itu, Kamu mengajakku berjanji untuk menikmati hari ini. Berjanji menolak janji untuk masa depan.
Aku sempat gusar, aku sempat risau. Apa tujuan kamu mengajari janji seperti itu?
Tapi kini setelah kamu pergi. aku disini menunggu dan berfikir kembali tentang janji itu.
Perlahan-lahan tersenyum kecil dan mulai menyadari ke-luar-biasa-an dirimu.Aku mulai menyadari jika kita berjanji layaknya pasangan lain mungkin aku sekarang disini hanya sedang menunggu sebuah kesia-siaan. Kesian-siaan dalam waktu.
Terimakasih telah mengajakku berjanji. Berjanji untuk menikmati setiap detiknya tanpa berjanji akan masa depan. karena pada akhirnya, dimasa depan sekarang ini aku menunggu kembali untuk bisa berjanji untuk menepati janji-janji kita yg pernah dijanjikan dulu.
- Aku, Bandung, dan Kamu..
Ketika orang-orang disekitarku bisa berbagi cerita dengan seseorang disebelahnya, aku hanya terdiam mendengarkan hati dan pikiran yg berbicara. Berbicang dan berdebat hebat tentang kamu.
Tentang apakah aku harus terus menunggu ? atau menunggu lebih lama lagi?
Layaknya pada pilihan baik dan lebih baik. Berjalan atau berlari. Menunggu sekarang, atau menunggu lebih lama…
Bukan !! ini bukan badanku !! bukan juga hatiku !! tapi Rasa ini yg membuatku terjebak dalam 2 pilihan yg sama.
Menunggu…
14 menit Kita pernah berjanji, bukan untuk selalu bersama. tapi berjanji untuk tidak berjanji akan masa depan.
haha itu adalah janji paling manis yg pernah kita buat. Mulutmu dan mulut kita tidak berjanji seperti mereka-mereka diluar sana dengan janji-janji muluknya.
Dengan Lengkungan senyum kecil hari itu, Kamu mengajakku berjanji untuk menikmati hari ini. Berjanji menolak janji untuk masa depan.
Aku sempat gusar, aku sempat risau. Apa tujuan kamu mengajari janji seperti itu?
Tapi kini setelah kamu pergi. aku disini menunggu dan berfikir kembali tentang janji itu.
Perlahan-lahan tersenyum kecil dan mulai menyadari ke-luar-biasa-an dirimu.Aku mulai menyadari jika kita berjanji layaknya pasangan lain mungkin aku sekarang disini hanya sedang menunggu sebuah kesia-siaan. Kesian-siaan dalam waktu.
Terimakasih telah mengajakku berjanji. Berjanji untuk menikmati setiap detiknya tanpa berjanji akan masa depan. karena pada akhirnya, dimasa depan sekarang ini aku menunggu kembali untuk bisa berjanji untuk menepati janji-janji kita yg pernah dijanjikan dulu.
- Aku, Bandung, dan Kamu..
Comments
Post a Comment