Sebelum tiba waktunya untuk kamu halal bersama si
dia, tahanlah hatimu. Tahanlah perasaanmu. Jika perasaan itu tidak
tertahan lagi, coretkan segala isi hatimu tentang cinta & rindu,
tentang doa & harapanmu padanya dalam tulisan. Dan simpanlah warkah
yang tidak beralamat itu sebaik mungkin. Apabila tiba saatnya kamu
disatukan, maka serahkanlah segala isi hatimu itu padanya. Dia pasti
bahagia menerimanya, tetapi jika waktu itu belum tiba.. Biarlah ia
menjadi RAHSIA antara dirimu dan Sang Pencipta sahaja kerana kelak jika
dia bukan milikmu, bakarlah coretan itu bersama hilangnya wajah si dia
dari hatimu.
Jarak. Penggalan dari Sajak Kolaborasi Berjudul Ruh.
andai saja menemukan sebuah jawaban semudah kita menanyakan seribu pertanyaan dalam kepala, aku tak perlu lelah bertanya di mana kiranya Tuhan mempertemukan kita? sedangkan mata, telinga juga seluruh panca indera berlomba-lomba mencari rasa yang sama rata. bukankah seharusnya kamu yang melengkapi cerita? andai saja mimpi dan nyata bisa kutukar sesukanya, bukan tidak mungkin kupilih hanya kamu yang ada di dalamnya. biar sepi tak perlu repot-repot aku persilakan duduk di antara jarak pandang kita. biar tak perlu ada kata menunggu di antara jeda nafas kita. lalu, apa yang biasanya kamu lakukan saat aku tak di sana? di sisiku selalu ada rindumu, yang menunggu kuantarkan pulang. bergandengan tangan bersama doa yang tak pernah berkurang. menujumu mereka melaju, membawa serta sebagian aku. khawatir bukanlah bagianmu, karena ini hatiku tak mampu memanggil nama selain kamu. jika ada kata yang lebih ‘mencintaimu’ dari kata ‘cinta’, itu pasti ‘aku’. jadi biarkan aku, cinta da...
Comments
Post a Comment