Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya.
Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah
waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti
keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta,
kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya
menghirup udara dari Yang Maha?
—Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta
Comments
Post a Comment