- Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
- Qur'an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)
- Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
- Qur'an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya………. (Al-Baqarah : 286)
- Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
- Qur'an Menjawab : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)
- Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
- Qur'an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)
- Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
- Qur'an Menjawab : ………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)
- Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
- Qur'an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)
- Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
- Qur'an Menjawab : ….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal……. (At-Taubah : 129)
- Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
- Qur'an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)
Jarak. Penggalan dari Sajak Kolaborasi Berjudul Ruh.
andai saja menemukan sebuah jawaban semudah kita menanyakan seribu pertanyaan dalam kepala, aku tak perlu lelah bertanya di mana kiranya Tuhan mempertemukan kita? sedangkan mata, telinga juga seluruh panca indera berlomba-lomba mencari rasa yang sama rata. bukankah seharusnya kamu yang melengkapi cerita? andai saja mimpi dan nyata bisa kutukar sesukanya, bukan tidak mungkin kupilih hanya kamu yang ada di dalamnya. biar sepi tak perlu repot-repot aku persilakan duduk di antara jarak pandang kita. biar tak perlu ada kata menunggu di antara jeda nafas kita. lalu, apa yang biasanya kamu lakukan saat aku tak di sana? di sisiku selalu ada rindumu, yang menunggu kuantarkan pulang. bergandengan tangan bersama doa yang tak pernah berkurang. menujumu mereka melaju, membawa serta sebagian aku. khawatir bukanlah bagianmu, karena ini hatiku tak mampu memanggil nama selain kamu. jika ada kata yang lebih ‘mencintaimu’ dari kata ‘cinta’, itu pasti ‘aku’. jadi biarkan aku, cinta da...
Comments
Post a Comment