Serapat apapun katupmu, rindu tak akan pernah mampu kau sembunyikan. Setidaknya, pada dirimu sendiri.
Seperti senja hari ini, aku rindu sekali. Padamu. Ya, padamu.
andai saja menemukan sebuah jawaban semudah kita menanyakan seribu pertanyaan dalam kepala, aku tak perlu lelah bertanya di mana kiranya Tuhan mempertemukan kita? sedangkan mata, telinga juga seluruh panca indera berlomba-lomba mencari rasa yang sama rata. bukankah seharusnya kamu yang melengkapi cerita? andai saja mimpi dan nyata bisa kutukar sesukanya, bukan tidak mungkin kupilih hanya kamu yang ada di dalamnya. biar sepi tak perlu repot-repot aku persilakan duduk di antara jarak pandang kita. biar tak perlu ada kata menunggu di antara jeda nafas kita. lalu, apa yang biasanya kamu lakukan saat aku tak di sana? di sisiku selalu ada rindumu, yang menunggu kuantarkan pulang. bergandengan tangan bersama doa yang tak pernah berkurang. menujumu mereka melaju, membawa serta sebagian aku. khawatir bukanlah bagianmu, karena ini hatiku tak mampu memanggil nama selain kamu. jika ada kata yang lebih ‘mencintaimu’ dari kata ‘cinta’, itu pasti ‘aku’. jadi biarkan aku, cinta da...
Di balik sorot matanya yang tenang, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan dan luka yang tak semua orang tahu. Ia pernah berdiri di tengah badai, diterpa oleh kehilangan dan ujian yang seolah tiada akhir. Namun dari serpihan harapan yang hampir padam, ia kembali menyalakan cahaya dalam dirinya sendiri. Ia tahu, setiap cobaan adalah cara Tuhan menunjukkan skasih-Nya, bahwa jiwa yang kuat hanya lahir dari tempaan yang berat. Kini ia berdiri bukan lagi sebagai perempuan yang rapuh, melainkan sebagai bukti bahwa setelah gelap, fajar selalu tiba, dan setelah kesulitan, selalu ada kemudahan.
Katanya, disaat kamu butuh banyak energi positif kamu hanya perlu pergi ke tempat yang indah.. Luasnya samudera dan deburan ombak adalah hal yang paling melegakan. Ditambah sedikit teriakan - teriakan pembuang penat yang sudah lama menyarang di pikiran. Disaat semuanya terasa membosankan kau hanya perlu lebih bersyukur bahwa selalu ada yang lebih menyenangkan dan menenangkan. Selepas penat itu kau tak akan lupa bahwa Sang Pencipta mengiringi langkahmu, dan ombak-ombak senang menari untukmu. Hai.. diawali dengan tulisan-tulisan ini, aku akan kembali untukmu. ❤
Comments
Post a Comment