Bahagia atau Derita?

Ini tulisan tentang motivasi pertama yang aku buat hehe semuanya diambil dari pengalaman aku. Mudah-mudahan bermanfaat ya :)


Jalan pertama yang akan kita lalui bersama agar kita bisa menjadi bahagia adalah jalan memilih. Karena bahagia itu adalah pilihan sebagaimana derita juga adalah pilihan.Hidup kita dipenuhi banyak sekali kesulitan dan peristiwa-peristiwa yang nggak kita harapkan. Untuk para kaula muda misalnya, dalam hidupnya tentu saja banyak hal yang membuat mereka harus memilih bahagia atau menderita.
  •   Putus cinta
  • Di selingkuhin
  • Ditolak
  •  Diharkosin
  •  Di-TMT-in
  •  Bertepuk sebelah tangan?
  •  Gak di restuin orang tua
 
Jelasnya, kejadian kejadian itu pernah menimpa kita. Apakah musibah dan kesulitan sama dengan derita? Apa setiap musibah merupakan penyebab derita? Menurut aku, itu ngaak sama sekali.  Sebenarnya, ini bagaimana cara kita menghadapinya.
Kamu pernah tergores sebilah pisau hingga berdarah? Lalu kamu menangis. Goresan pisau adalah musibah, sedangkan tangisan aku adalah derita. Menangis dan sakit adalah sebuah pilihan, dan kamu bisa mengubah pilihanmu menjadi pilihan bahagia bukan ? Walaupun berat, kamu yang tergores pisau bisa saja tertawa kan. Tertawa saat tergores pisau adalah pilihan. Lalu kalau kamu putus cinta? Di selingkuhin? Atau ditolak? Atau diharkosin? Di-TMT-in? Cinta yang gak dibalas? Atau yang lainnya pun kamu harus bisa memilih. Apakah kamu akan menghadapinya dengan bahagia atau dengan penderitaan .
“KEBESARAN PERISTIWA, NGGAK AKAN MELEBIHI KEBESARAN CARA MANUSIA MENGHADAPINYA”
Kamu di-TMT-in, temen kamu rebut pacar kamu. Ada dua pilihan, kamu akan menghadapinya dengan bahagia atau dengan menderita ?
Pilihan respon yang menderita :
  •    Kecewa berat, mengikuti arus emosi;
  •    Menyalahkan temanmu dengan sepetan2 yang tidak berkualitas
  •    Memarah-marahi orang yang meninggalkanmu dan memilih bersama temanmu
Pilihan respon yang bahagia :
  •  Sabar dan menahan diri untuk ngaak emosional
  • Introspeksi diri : “Sebenarnya saya pantas jadi pacar dia, tapi orang lain mungkin lebih pantas daripada saya.”
  • Tetap menjalin hubungan baik dengan si mantan dan teman mu itu.
Memilih bahagia, berarti memilih untuk tetap bisa mengendalikan reaksi atas apapun yang terjadi kepada kamu. Yang penting bukanlah yang terjadi pada hisupmu ini, melainkan bagaimana respon kamu terhadap kejadian itu.
Orang yang bahagia membuat pilihan2 atas dasar nilai2, sedangkan orang menderita membuat pilihan atas dasar keinginan nalurinya. Nalurinya berkata bahwa ia harus marah, maka orang itu akan marah. Nalurinya berkata bahwa ia harus kecewa, maka orang menderita akan kecewa. Nalurinya berkata ia harus putus asa, menyalahkan diri dan orang lain, maka orang menderita akan putus asa, menyalahkan diri sendiri dan orang lain.
ORANG YANG MEMILIH MENDERITA AKAN SENANTIASA “KALAH PERANG” DENGAN NALURINYA.
Memilih untuk tetap tersenyum saat seseorang menyakiti hatimu juga sulit, tapi.... kamu pasti bisa!
So, Apapun musibah yang datang menimpamu, jika kamu ingin bahagia,berjuanglah untuk menjadikan bahagia itu sendiri sebagai pilihan!

Comments

Popular posts from this blog

Jarak. Penggalan dari Sajak Kolaborasi Berjudul Ruh.

Dedicated stongest ever girl

You’re the full moon to my high tide.